TUGAS ARTIKEL BAHASA INDONESIA
TENTANG PENURUNAN PRESTASI
SEPAK BOLA INDONESIA
Disusun Oleh :
Muhammad Imam
Nurrahman
09021381419110
IF Bilingual B
FAKULTAS
ILMU KOMPUTER
UNIVERSITAS
SRIWIJAYA
2014 /
2015
Rancangan Karangan
A.
Masalah
Pilih
masalah yang benar-benar dikuasai!
B.
Pembatasan
Masalah
1. à
General Subjek = Sepak Bola
Indonesia
à
Limited Topik = - Kerusuhan Suporter
- Taktik dan Strategi
- Peraturan
- Teknologi
- Insiden
- Penurunan Prestasi
- Kebijakan Transfer Pemain
2. Judul
à Judul
Tunggal = Penurunan Prestasi Sepak
Bola Indonesia
à Judul
Rangkap = Sepak Bola Indonesia:
Penurunan Prestasi
C.
Tujuan
Karangan
Karangan
ini bertujuan untuk menjelaskan fakta bahwa kondisi persepakbolaan di indonesia
yang akhir-akhir ini semakin menurun baik dari segi prestasi maupun dari segi
peringkat dunia
D.
Menetapkan
Sasaran
Karangan
ini ditujukan kepada masyarakat umum terutama bagi penggemar sepak bola
E.
Kerangka
Karangan
Ø Catat semua ide yang muncul di dalam pikiran
1.
Deskripsi
singkat menurunnya sepak bola Indonesia
2.
Penyebab
kemunduran sepak bola Indonesia
3.
Dualisme
kompetisi
4.
Dualisme pengurus persepakbolaan nasional
5.
Ketidakjelasan nasib para
pemain Indonesia yang bermain di luar negeri
6.
Turunnya
peringkat Indonesia
7.
Kegagalan
tim nasional
8.
Sepak
bola gajah
9.
Etika
dan moral pemain
10. Penerapan pola taktik dan strategi yang tergolong
gagal
11. FIFA
12. Tanggung jawab PSSI
13. Larangan penggunaan dana APBD bagi klub-klub
dibawah naungan PSSI
14. Infrastruktur yang kurang memadai
15. Kerusuhan suporter
16. Pembenahan dalam membantu pendanaan bagi liga
profesional
17. Kurangnya jam terbang pemain lokal dan pemain
muda
18. Komitmen PSSI untuk mengembangkan pembinaan pemain
usia dini
19. Demam pangggung bagi pemain yang baru
menjalani debut pertama sebagai pemain profesional
20. Kurangnya rasa percaya diri pemain
21. Buruknya kualitas wasit di Indonesia
22. Pembenahan kualitas liga
23. Staff dan jajaran kepelatihan yang kurang
professional
24. Gaji pemain lokal yang terlampau kecil di
banding pemain asing
25. Pembenahan kompetisi U21 secara serius
26. Mental pemain yang cenderung manja dan gampang
menyerah
27. Kecemburuan sosial
28. Kualitas stadion yang kurang memadai
29. Upaya menaikkan kembali kualitas sepak bola
Indonesia
30. Pembenahan sistem kepelatihan
31. Prestasi yang pernah diraih pemain muda
indonesia
32. Buruknya pembinaan pemain usia dini
33. Taktik dan gaya bermain yang cenderung
monoton sehingga mudah ditebak lawan
Ø Seleksi semua ide
1.
Deskripsi singkat menurunnya sepak bola Indonesia
25. Pembenahan kompetisi U21 secara serius
31. Prestasi yang pernah diraih pemain muda
indonesia
5. Ketidakjelasan nasib para pemain Indonesia yang
bermain di luar negeri
12. Tanggung jawab PSSI
30. Pembenahan sistem kepelatihan
16. Pembenahan dalam membantu pendanaan bagi liga
profesional
18. Komitmen PSSI untuk mengembangkan pembinaan pemain
usia dini
14. Infrastruktur yang kurang memadai
26. Mental pemain yang cenderung manja dan gampang
menyerah
Ø Urutkan semua ide yang di seleksi
1. Deskripsi
singkat menurunnya sepak bola Indonesia
31. Prestasi yang pernah diraih pemain muda
indonesia
5. Ketidakjelasan nasib para pemain Indonesia yang
bermain di luar negeri
12. Tanggung jawab PSSI
30. Pembenahan sistem kepelatihan
25. Pembenahan kompetisi U21 secara serius
16. Pembenahan dalam membantu pendanaan bagi liga
profesional
18. Komitmen PSSI untuk mengembangkan pembinaan pemain
usia dini
14. Infrastruktur yang kurang memadai
26. Mental pemain yang cenderung manja dan gampang
menyerah
Ø Kelompokkan ide-ide yang berdekatan pada satu
heading
1.
Deskripsi
singkat menurunnya kualitas sepak bola Indonesia
v
Prestasi yang pernah
diraih dan kondisinya saat ini
31.
Prestasi yang pernah diraih pemain muda indonesia
5. Ketidakjelasan
nasib para pemain Indonesia yang bermain di luar negeri
12. Tanggung
jawab PSSI
v Upaya yang harus dilakukan untuk memajukan
sepak bola Indonesia
30. Pembenahan sistem
kepelatihan
25.
Pembenahan kompetisi U21 secara serius
16. Pembenahan dalam
membantu pendanaan bagi liga profesional
18. Komitmen PSSI untuk
mengembangkan pembinaan pemain usia dini
v Faktor-faktor penyebab menurunnya prestasi
tim nasional Indonesia di kancah Internasional
14. Infrastruktur
yang kurang memadai
26. Mental pemain
yang cenderung manja dan gampang menyerah
Ø Kembangkan ide tersebut menjadi sebuah
karangan
Penurunan Prestasi Sepak Bola Indonesia
Semua
warga negara Indonesia pasti sadar akan buruknya prestasi sepakbola negara
tercinta kita ini. Selain buruknya prestasi tim nasional, kita juga mengetahui
buruknya kualitas liga, buruknya pembinaan, hingga kekacauan di tubuh pengurus
persepakbolaan nasional, bahkan sampai terjadi dualisme kompetisi beberapa
dekade yang lalu. Benarkah kita tidak
mempunyai bakat dalam sepakbola? Jangankan berprestasi di dunia, level Asia
saja masih terlalu jauh, bahkan kekuatan Indonesia di mata sesama negara Asia
Tenggara semakin menurun. Disaat dulu Indonesia merupakan kekuatan yang
sangat mengerikan bersama Thailand di Asia Tenggara, rasanya sekarang level
Indonesia sudah berada di bawah Malaysia, Singapura, Vietnam, dan tentu saja
Thailand.
Prestasi yang pernah diraih dan kondisinya saat ini
Bakat, jika kita secara fair membicarakan bakat
dalam bermain, saya berani menyatakan Indonesia tidak kekurangan bakat dalam
bermain sepakbola. Buktinya adalah
prestasi pemain muda Indonesia, adik-adik kita sudah cukup sering meraih
prestasi di turnamen usia 12 tahun kebawah di pentas dunia. Mungkin
memang belum berhasil menjuarai turnamen, tetapi tim Garuda cilik selalu dapat
berbicara banyak di level internasional, contohnya pada Danone Cup, turnamen
dunia yang mempertemukan anak-anak dari seluruh dunia. Bahkan ada nama Irvin Museng, pemain asal Indonesia yang berhasil menjadi
top skorer Danone Cup pada tahun 2005 dan pada akhirnya direkrut Ajax Amsterdam
sebagai pemain junior.
Namun sayang saat visa pemain ini
habis, tidak ada pihak Indonesia yang mau membantunya sehingga nasibnya terkatung-katung
dan harus kembali lagi ke Indonesia. Kita juga pernah melihat aksi Kurniawan
Dwi Yulianto dkk beraksi di liga Italia muda dengan nama Primavera. Bahkan Kurniawan saat itu bersaing dengan Del
Piero di tangga top skorer. Del Piero saat ini berstatus legenda hidup
Eropa dengan segudang prestasi, sementara Kurniawan? Anda tahu sendiri
jawabannya. Pertanyaannya adalah dimana letak kesalahannya?
Dengan bakat yang besar dan begitu
banyak orang yang mencintai sepakbola, mengapa kita tidak bisa bersaing di
level internasional dan bahkan semakin merosot tiap tahunnya. Memang
kenyataannya akan mudah bagi kita menyalahkan PSSI sebagai kambing hitamnya,
dan menyalahkan PSSI bukanlah sebuah kesalahan. Pada kenyataannya merekalah yang paling bertanggung jawab atas semakin
terpuruknya kondisi persepakbolaan Indonesia ini.
Upaya yang harus dilakukan untuk dapat memajukan
sepak bola Indonesia
Aspek yang paling utama yaitu
pembenahan sistem kepelatihan. Dengan dibenahinya sistem kepelatihan, maka
dampaknya akan berimbas langsung dengan kualitas tim nasional, sampai kapankah
kita harus mempunyai timnas yang memerlukan TC selama berbulan-bulan
sebelum satu pertandingan internasional. Kualitas latihan di setiap klub harus benar-benar dibenahi agar timnas
tidak perlu membuang-buang waktu dan uang demi TC timnas.
Aspek berikutnya adalah
kompetisi U21. Disetiap negara yang maju dalam urusan sepakbola, liga
profesional selalu ditunjang dengan keberadaan liga U21 yang jelas
diperuntukkan untuk pembinaan pemain muda.
Dengan kompetisi U21 yang dibina secara serius, para pemain muda akan mempunyai
wadah untuk bermain setiap minggunya dan melatih skill dan tentu saja mental.
Contohnya tim nasional Jerman yang baru-baru ini meraih penghargaan tertinggi
di kancah sepak bola dunia yaitu piala dunia. Pertanyaannya mengapa mereka bisa
meraih prestasi tersebut? Jawabannya adalah karena mereka membina pemain-pemain
muda bahkan yang anak-anak masih berusia dibawah 8 tahun pun mereka bina secara
serius, mereka juga kerap memainkan pemain-pemain muda tersebut di kompetisi
liga tertinggi mereka, selain itu mereka juga mendirikan kompetisi liga U21
yang menjadi wadah bagi pemain-pemain muda mereka untuk menunjukkan bakat dan
skill yang mereka punya.
Selain dua aspek tersebut, PSSI
memerlukan pembenahan dalam membantu pendanaan bagi liga profesional. Solusinya
tentu saja bukan meminta dana dari pemerintah maupun dana dari APBD. PSSI harus membantu klub mencari sponsor dan
melangkah menuju klub yang profesional. Seperti yang dilakukan klub-klub
eropa, mereka kerap berlomba-lomba mencari banyak sponsor untuk menambah
pemasukkan klub. Jika klub-klub sepak bola indonesia sudah mempunyai sponsor
masing-masing, bukan tidak mungkin mereka bisa menyamai kualitas klub-klub
besar dunia macam FC Barcelona, Real Madrid, Manchester United, dll.
Selain masalah liga profesional,
yang dibutuhkan dari PSSI adalah komitmen untuk mengembangkan pembinaan. Jika
Indonesia bisa berbicara banyak di usia U12 namun prestasi timnas senior
Indonesia sangat jauh dari kata prestasi, artinya masalah ada di gap usia
tersebut. Faktanya memang benar faktor usia U18, U21 dan U23 Indonesia sangat
minim prestasi dan tercatat hanya U19 lah yang meraih prestasi itupun hanya di
kancah Asia. Kompetisi lokal yang
diperuntukan bagi kelompok usia tersebut nyaris tidak ada. Pemain diusia remaja
keatas harus berjuang sendiri tanpa bantuan PSSI dari faktor pelatihan hingga
dana.
Faktor-faktor penyebab menurunnya prestasi
tim nasional Indonesia di kancah Internasional
Pertama, Infrastruktur yang kurang
memadai. Infrastruktur merupakan salah satu hal yang paling penting guna
menerapkan pola taktik dan strategi yang ingin diterapkan. Namun sayangnya jangankan
bagi pemain muda, pemain senior di Indonesia tidak mempunyai infrastruktur yang
layak bagi pelatihan maupun pertandingan. Lapangan yang sangat tidak layak,
tidak adanya fasilitas untuk mengembangkan fisik, dan lain-lain sangat jauh
dari kata layak. Bahkan mes bagi pemain untuk tidur sangat jauh dari kata
nyaman. Bandingkan dengan infrasturktur
yang dimiliki sekolah sepakbola di Jepang yang fasilitasnya jauh lebih baik
dari infrastruktur yang dimiliki tim nasional Indonesia. Sangat
menyedihkan, Logikanya bagaimana tim nasional bisa mempunyai skill dan fisik
yang hebat jika fasilitas penunjang bagi mereka tidak tersedia.
Masalah
lain yang dipunyai pemain nasional Indonesia tidak ada hubungannya dengan PSSI.
Salah satu masalah justru datang dari
para atlet Indonesia sendiri, yaitu mental. Hampir semua atlet sepakbola
Indonesia tidak mempunyai etos kerja yang baik dan mental yang sangat lemah.
Pemain cenderung manja dan gampang menyerah dalam pertandingan. Bahkan pemain juga
cenderung malas berlatih dan merasa besar saat latihan. Itulah salah satu
contoh lemahnya mental pemain nasional kita. Malas berlatih, dan merasa hebat. Disinilah salah satu masalah terbesar
dari buruknya prestasi pemain Indonesia. Malas berlatih, mudah mengeluh
padahal tak punya prestasi. Jika membicarakan bakat memang besar, namun mental?
Masih jauh dari kata positif, padahal mental adalah salah satu aspek terpenting
untuk menjadi seorang atlet. Sampai
kapan kita harus mengsyukuri kekalahan yang tidak telak? Bagaimana,
setujukah Anda?
0 komentar:
Post a Comment